NOSTALGIA, PENGABDIAN MASYARAKAT TIM 41 UTM 2023 MENGAJAK IBU-IBU PKK KEMBALI MENGHIDUPKAN KEGIATAN APOTEK HIDUP DIDESA BUNGBARUH
NOSTALGIA, PENGABDIAN MASYARAKAT TIM 41 UTM 2023 MENGAJAK IBU-IBU PKK KEMBALI MENGHIDUPKAN KEGIATAN APOTEK HIDUP DIDESA BUNGBARUH
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Trunojoyo Madura (UTM) kelompok 41 mengajak ibu-ibu PPK Desa Bungbaruh, Kecamatan
Kadur Kabupaten Pamekasan untuk melakukan kegiatan pembuatan apotek hidup. Pengabdian
masyarakat yang dilakukan oleh kelompok 41 dengan dosen pembimbing lapangan
Fathor AS tersebut mengenalkan kepada ibu PKK sekaligus mengajak menghidupkan
kembali kegiatan lama yang sempat fakum yakni penanaman tanaman obat keluarga
sebagai bentuk menanamkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan
meningkatkan sistem imun tubuh di kondisi cuaca pancaroba.
Ketua PPK sendiri mengungkapkan “kami sangat
mengapresiasi teman-teman KKN UTM dalam berbagai kegiatanya, telah membantu
kami mengaktifkan kembali kegiatan yang pernah kami lakukan namun sempat fakum.
Teman-teman KKN juga memberikan banyak warna bagi PKK yang dapat dijadikan
sebagai acuan dan inspirasi kegiatan kami selanjutnya” ujarnya saat sambutan
acara sosialisasi dan penyerahan apotek hidup (17/07/2023)
Ferdy Yudanto menjelaskan tanaman apotek hidup yang ditanam adalah jenis rempah-rempah yang dapat digunakan oleh ibu-ibu dalam memasak seperti jahe, kunyit, temulawak, sereh, laos, dan kencur. Banyak khasiat yang terkandung didalam rempah-rempah tersebut salah satunya sebagai bahan untuk memasak serta dapat digunakan untuk membuat minuman fungsional seperti jamu.
“Jamu ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan
sistem imunitas tubuh (kekebalan) karena terdapat kandungan antioksidan
didalamnya. Dengan Imunitas tubuh yang kuat berperan penting untuk melawan
kondisi cuaca pancaroba yang saat ini terjadi di Pulau Madura” jelas Ferdy
selaku penanggung jawab (17/07/2023).
Penanaman rempah-rempah ini dapat menjadi media
pembelajaran bagi warga sekitar dalam menanam tanaman apotek hidup sendiri,
hasil panen tanaman apotik hidup nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.
“Jadi kami mengajak ibu PKK untuk turut andil dalam pembuatan apotik hidup sehingga
memberikan manfaat rempah-rempah baik bagi keluarga sendiri maupun untuk
diperjual belikan,” ucap Ferdy saat penyampaian materi disosialisasi
(17/07/2023).
Selain itu, Ferdy menjelaskan bahwa Apotek Hidup pertama
kali muncul di beberapa komunitas kecil yang peduli dengan kesehatan di
berbagai belahan dunia. Namun, dengan cepat popularitasnya menyebar melalui
media massa dan menarik perhatian yang lebih luas. Apotek Hidup tidak hanya
menawarkan tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi
kesehatan, tetapi juga menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat
tentang cara menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat dengan benar,
dengan dihidupkannya kembali apotek hidup ini diharapkan PKK mendapat
memanfaatkannya untuk kebutuhan dapur dan obat-obatan serta mengembangkannya
dirumah masing-masing selaras dengan saran yang kami sampaikan saat sosialisasi.
Komentar
Posting Komentar