LAUNCHING RUMAH BELAJAR SENI (RBS) DI DESA BUNGBARUH

TIM KKN 41 UTM, LAUNCING RUMAH BELAJAR SENI (RBS) DI DESA BUNGBARUH


Pada hari Minggu (9/7/2023), Tim KKN 41 UTM melakukan pengabdian masyarakat dengan dosen pembimbing  lapangan Fathor AS, S.E, M. menciptakan kegiatan belajar seni kerajinan bersama anak-anak desa Bungbaruh. Adanya kegiatan ini dilatarbelakangi karena didesa ini belum ada wadah yang dapat menfasilitasi anak-anak desa untuk mengembangkan bakat keseniannya. Selaras dengan yang diungkapkan oleh Khumaidi (6/7/2023) ia menyatakan keinginannya untuk memajukan anak-anak desa dengan mewadahi bakat-bakat mereka. 

“saya ingin teman-teman KKN ini membantu kami dalam menciptakan komunitas sebagai wadah untuk anak-anak desa dalam mengembangkan bakat mereka” Ujar Khumairi sebagai Ketua Gerakan Pemuda Tobajah (GPT). Kamis (03/07/2023).

“Rumah belajar seni tak hanya mengajarkan teknik-teknik seni, rumah belajar seni juga menginspirasi para anak desa lebih untuk mengeksplorasi tema-tema yang mendalam dan mengungkapkan perasaan mereka melalui karya seni. Mereka diberi kesempatan untuk mengamati alam sekitar dan menangkap momen-momen keindahan yang sering terabaikan. Dengan ini, para anak desa belajar bagaimana menggabungkan kepekaan mereka terhadap dunia dan pengalaman pribadi ke dalam karya seni mereka.” Ucap, Muafa selaku penanggung jawab bersama ketua pemuda Desa BungBaruh Dusun Tobajah, Senin (03/07/2023).

Berawal dari diskusi bersama Ketua GPT itu lah, kami memutuskan mengadakan pelatihan kepada anak-anak desa sebagai awal pengenalan dan observasi tentang kelayakan kegiatan ini sehingga dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh pemuda di desa Bungbaruh.

Rumah belajar seni (RBS) ini merupakan wadah bagi anak-anak desa untuk mengembangkan bakatnya diluar dari kegiatan Akademik. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak-anak di Rumah Belajar Seni ini antara lain : Kerajinan Origami, Kerajinan Daur Ulang Plastik, Kerajinan Batik Ikat dan Kesenian Kaligrafi dll. Adanya Rumah Belajar Seni ini diharapkan desa dapat mencerdaskan anak-anak desa sebagai sumber potensi manusia yang berkualitas dimasa depan dan sebagai wadah aspirasi bakat anak desa yang berkelanjutan dengan diresmikannya sebagai sebuah komunitas.

Rumah Belajar Seni ini diikuti oleh anak-anak dengan kisaran usia 7-14 tahun yang berasal dari Dusun Tobajah dan sekitarnya, dibentuknya RBS ini menambah semangat dan keterampilan anak-anak desa dan sangat bermanfaat untuk mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan yang positif dihari libur terutama saat liburan semester.

Peresmian ini ditandai dengan penyerahan Rumah Belajar Seni ini kepada Pihak Kadus Tobajah I yang nantinya Rumah Belajar Seni ini akan dilanjutkan oleh para pemuda di dusun Tobajah untuk dikelola. Penyerahan Rumah Belajar seni dilakukan pada 14 Juli 203 bertepatan dengan hari terakhir Tim KKN 41 UTM memberikan materi dan selanjutnya akan di dikembangkan oleh pemuda desa.



Komentar